2 Aturan Baru Tol Cikampek Selain Ganjil-Genap

77
views

TahuBerita.com, Bekasi – Pemberlakuan pembatasan kendaraan pribadi (golongan I) dengan sistem ganjil-genap di Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat dan Bekasi Timur akan mulai diberlakukan pada 12 Maret 2018. Selain pembatasan kendaraan pribadi melalui sistem ganjil-genap di 2 gerbang tol di Bekasi, 2 kebijakan lainnya yang juga berlaku pada 12 Maret 2018 yaitu larangan melintas bagi angkutan barang golongan III, IV, dan V di ruas Tol Jakarta-Cikampek setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 06.00 s.d 09.00 WIB dan pemberlakuan Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU) Bekasi Timur arah Jakarta pukul 06.00 s.d. 09.00 WIB pada hari Senin-Jumat (kecuali hari libur).

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, pihaknya mengapresiasi kebijakan Kementerian Perhubungan yang juga melakukan pembatasan di pintu tol ini juga berlaku untuk kendaraan truk khususnya truk yang melebihi kapasitas sehingga membuat kondisi jalan rusak. “Karena kan selama ini ada kendaraan yang terlalu berat sampai 40 ton, akhirnya jalan cepat rusak. Makanya kita cari jalan keluarnya. Sekarang ini malah tidak efisien dan tidak lancar akhirnya jadi semrawut,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menjelaskan pemberlakuan pembatasan kendaraan pribadi (golongan I) dengan sistem ganjil-genap di 2 pintu tol bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mau beralih dari angkutan pribadi ke angkutan umum. “Headway-nya kita usahakan 7 menit sekali kalau perlu tambahin lagi, dengan begitu bayangkan selama ini ada 20 kendaraan di substitusi dengan 1 bus, anjurannya itu naik bus, bus kita siapkan,” ucapnya.

Dengan penerapan kebijakan ini, Budi Karya berharap dapat meningkatkan kinerja lalu lintas tol Jakarta-Cikampek yang telah mengalami titik jenuh ditambah lagi dengan adanya pekerjaan infrastruktur transportasi (LRT, elevated tol & Kereta Cepat Jakarta – Bandung) di koridor tol Jakarta-Cikampek. “Kalau saya lihat potensinya akan besar sekali karena 3 policy kita jalankan bersamaan, kita harapkan akan berkurang 30-40% kemacetan ini,” ujarnya.

Budi bersama Luhut menyosialisasikan kebijakan tersebut di GT Bekasi Barat. Turut hadir pada peninjauan tersebut: Kakorlantas Polri, Irjen Pol Royke Lumowa; Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihartono; dan Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arryani.