Tarif Baru Listrik Masih Dihitung

TahuBerita.com, Jakarta – Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mengkaji formula baru tarif listrik dengan memasukkan harga batu bara acuan dalam penetapan tarif tenaga listrik tiga bulanan (tariff adjustment). Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andy Noorsamman Someng, pada Senin (29/1), menyebutkan penerapan formula baru tarif listrik tersebut juga masih harus menunggu hasil koordinasi dengan berbagai Kementerian atau Lembaga untuk mendapatkan masukan terkait berbagai hal. Dalam hal ini, kata dia, Kementerian ESDM tidak bisa mengambil kebijakan sepihak.

Senada dengan Andy, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, beranggapan bahwa penerapan formula baru tarif listrik penting karena struktur biaya energi primer pembangkit listrik saat ini maupun kedepannya didominasi oleh biaya batubara.

“Kenapa dulu harga minyak (Indonesian Crude Price/ICP) yang masuk (dalam penghitungan formula tarif tenaga listrik), karena penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel itu dulu masih besar, sekarang paling 4%. Nah targetnya kan kalau sampai 2026 tinggal 0,05%. Masak pakai ICP, kalau mau pake HBA, Harga Batubara Acuan,” jelas Jonan.

Meski demikian, Kementerian ESDM memastikan tidak ada perubahan tarif listrik dalam waktu dekat. “Tidak ada rencana kenaikan listrik dalam waktu dekat. Walaupun, kami sedang mengkaji formula yang baru,” ujar Andy di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, Pada rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Kamis (25/1), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mengkaji skema baru dengan mempertimbangkan harga batu bara dalam penetapan tarif listrik adjustment.

 

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://tahuberita.com/ekonomi/tarif-baru-listrik-masih-dihitung">
Instagram