Pesantren Mesti Cetak Enterpreneur

26
views

TahuBerita.com, Surakarta – Pondok pesantren sudah saatnya memperkaya peran menjadi lebih besar lagi, yaitu sebagai pusat inkubasi dakwah berbasis kewirausahaan. Pondok pesantren berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri di Indonesia terutama melalui pemberdayaan UMKM dan penguasan teknologi.

Gagasan itu diungkapkan Direktorat Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih. “Pesantren diharapkan mampu mencetak entrepreneur berbakat yang tidak hanya bisa berdakwah kepada umat, namun juga menyejahterakan umat dalam menciptakan banyak lapangan pekerjaan,” jelasnya pada acara bertema “Program Penumbuhan Wirausaha Baru di Pondok Pesantren” di Surakarta, Senin (21/05/2018) petang.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, saat itu menyerahkan mesin dan peralatan produksi roti kepada Pondok Pesantren Hajjah Nuriyah Shabran serta mesin dan peralatan pengelasan kepada Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta.

Awalnya, pada 2017, Kemenperin menelurkan sebuah program, yaitu Santripreneur. program Santripreneur yang telah dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur, meliputi Pondok Pesantren Sunan Drajat di Kabupaten Lamongan dan Pondok Pesantren Lirboyo di Kota Kediri.

Pada 2018, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKM telah melakukan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Produk IKM Makanan Ringan, Penumbuhan Wirausaha Baru IKM Busana Muslim, dan Pengembangan Unit Usaha Kopi.

Dengan jumlahnya yang cukup banyak dan tersebar di seluruh pelosok daerah, Airlangga menilai, pondok pesantren memiliki peran penting sebagai agen pembangunan. “Apalagi, para santri yang mayoritas adalah generasi muda ini selain berpendidikan juga memiliki integritas dan mental yang tangguh,” imbuhnya.