Kapal Asing Ilegal Dibom, Stok Ikan Naik

33
views

TahuBerita.com, Jakarta – Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja, beranggapan bahwa perginya kapal-kapal asing yang dulu sempat mengambil ikan di laut Indonesia menyebabkan stok ikan nasional meningkat. Hal ini berkat upaya pemboman kapal asing pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.

“Memang kita melihat proyeksi peningkatan stok ikan nasional 9,93 juta ton menjadi 12,5 juta ton. Terbukti bahwa dampak perginya kapal-kapal asing memberikan kesempatan bagi stok ikan mulai kembali regenerasi lagi,” ujar Sjarief, Kamis (11/01/2018).

Stok ikan nasional hingga 2016 tercatat sebesar 12,5 juta ton. Angka ini terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di 2015, stok ikan nasional tercatat sebanyak 9,93 juta ton, kemudian di 2013 sebanyak 7,31 juta ton. Selanjutnya di 2011 sebanyak 6,52 juta ton dan di 2001 sebanyak 6,41 juta ton.

Produksi perikanan tangkap di 2017 tercatat sebanyak 7.673.120 ton dengan rincian produksi laut 7.030.450 ton dan produksi perairan darat 642.670. Angka ini mengalami kenaikan dari 2016 sebanyak 6.545.852 ton dengan rincian produksi laut 6.115.469 ton dan produksi perairan darat 430.383 ton.

Nilai produksi perikanan tangkap di 2017 tercatat sebesar Rp 158 triliun dengan rincian nilai produksi laut Rp 143 triliun dan nilai produksi perairan darat Rp 15 triliun. Angka ini mengalami kenaikan dari 2016 sebesar Rp 121 triliun dengan rincian nilai produk laut Rp 111 triliun dan nilai produk perairan darat Rp 10 triliun. “Secara nilai, perikanan tangkap sebesar Rp 158 triliun atau mengalami kenaikan dari Rp 121 triliun,” ujar Sjarief.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan tangkap di 2017 mencapai Rp 490,23 miliar atau naik dari 2016 Rp 357 miliar. Ini merupakan capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir sejak 2008. “PNBP Indonesia diperoleh dari sumber daya ikan. Nelayan ambil ikan kembalikan sebagian dalam bentuk PNBP,” ujar Sjarief.