Bandung-Adelaide Jalin Kerjasama Mode dan Fintech

28
views
Acting Konsul Jenderal RI Sydney Hermanus Dimara dalam pertemuannya dengan Director for International Strategies, Department of State Development Australia Selatan, Narelle Slivak di Adelaide

TahuBerita.com, Adelaide – Perusahaan Teknologi (Startup) Indonesia banyak yang tumbuh menjadi ‘unicorns’. ‘Unicorn’ adalah startup yang memiliki valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS. Mengutip data World Economic Forum (WEF), Traveloka menjadi salah satu dari 57 startup yang dinobatkan sebagai ‘unicorns’. Gojek dan Tokopedia juga menjadi fenomena startup yang banyak menarik perhatian negara lain, termasuk Australia.

“Cerita sukses startup Indonesia tersebut perlu dibagikan dengan ekosistem ekonomi digital di Australia. Soal ide dan kreativitas, Indonesia tidak kalah. Tetapi Indonesia bisa belajar dari Australia dari aspek regulasi, insentif, pengembangan infrastruktur dan business plan”, ujar Acting Konsul Jenderal RI Sydney, Hermanus Dimara, dalam pertemuannya dengan Director for International Strategies, Department of State Development Australia Selatan, Narelle Slivak, di Adelaide pada Selasa (23/01/2018). Turut hadir dalam pertemuan ini adalah Konsul Ekonomi KJRI Sydney Silvia Malau.

Kunjungan Hermanus dan tim KJRI Sydney ke Australia Selatan bersama dengan rencana kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, ke Adelaide tanggal 24-26 Januari 2018 untuk menindaklanjuti kerjasama bersaudara Jawa Barat-Australia Selatan.

Salah satu sektor kerjasama ekonomi kreatif yang ingin dikembangkan adalah koneksi ekosistem ekonomi digital dan teknologi finansial (fintech) Indonesia dan Australia. Fintech menjadi salah satu bisnis yang diprediksi paling potensial di Indonesia. Sementara di Australia, fintech juga tengah berkembang dan menjadi perhatian pemerintah, termasuk di Australia Selatan.

Di bidang mode, Technical and Further Education (TAFE) South Australia dan Islamic Fashion Institute (IFI) Bandung telah menjalin kerjasama untuk pertukaran siswa dan instruktur dan pengembangan kurikulum. “Kami dorong agar kerjasama ini dapat memiliki nilai tambah ekonomi, seperti partisipasi pada ajang fashion internasional di Adelaide, kerja sama perancang Indonesia dengan butik di Adelaide yang mengarah pada joint-production atau joint-marketing,” jelas Hermanus.

“Kota Bandung di Indonesia dan kota Adelaide di Australia Selatan adalah representasi kota kreatif. Selama ini, keduanya telah menjalin kerjasama kreatif, antara lain di bidang fashion, namun realisasinya perlu terus didorong dan diperluas”, imbuh Hermanus.

Narelle Slivak memberi sambutan atas keinginan Indonesia untuk memperdalam kerja sama di sektor kreatif dengan Australia Selatan. “Kami percaya bahwa hubungan people-to-people, sinergi antar-ekosistem kreatif kedua belah pihak, akan semakin memperkuat kerja sama bersaudara yang telah terjalin antara Jawa Barat dan Australia Selatan,” pungkas Slivak.